ok


,

selamat datang

kaRya moTor oKe 1

Minggu, 01 Januari 2012

Peta Peta Kerja (PPK)


Peta Peta Kerja (PPK)

2.1    Definisi Peta Kerja
Peta kerja adalah suatu alat analisis yang lazim digunakan pada analisis perancangan kerja dan ergonomi (Nasrullah, 1996). Peta kerja merupakan salah satu alat yang sistematis dan jelas untuk berkomunikasi secara luas (Sutalaksana,  2006). Melalui peta kerja ini kita dapat melihat seluruh langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja mulai dari masuk ke dalam pabrik yang berupa bahan baku, kemudian menggambarkan semua proses yang dialaminya, seperti transportasi, operasi mesin, pemeriksaan, hingga akhirnya menjadi produk jadi yang lengkap ataupun merupakan bagian dari suatu produk lengkap.

2.2    Lambang – Lambang  Yang Digunakan
         Peta–peta kerja yang ada sekarang ini dikembangkan oleh Gilbert. Pada saat itu, untuk membuat suatu peta kerja gilbert mengusulkan 40 buah lambang yang bisa digunakan. Tetapi ASME (American Society of Mechanical Enggineering) Kemudian pada tahun berikutnya jumlah lambang–lambang tersebut disederhanakan kembali hingga saat ini hanya tinggal 5 lambang yang digunakan, yaitu :

Operasi                                   


Transportasi


Pemeriksaan


                                                                        Penyimpanan

Menunggu

           Tabel 2.1 Tabel Lambang-Lambang Yang Digunakan Dalam Peta-Peta Kerja
Lambang
Pengertian
Contoh
Lingkaran besar melambangkan suatu kegiatan operasi
-    memaku
-    mengebor
-    mengetik
-    merakit
Tanda panah melambangkan transportasi
-    memindahkan bahan dengan kereta dorong
-    mengangkat benda dengan alat penarik
Segi empat melambangkan pemeriksaan
-    menguji kualitas bahan
-    meneliti informasi tertulis
Melambangkan suatu penantian atau menunggu
-    menunggu elevator
-    surat – surat menunggu untuk disimpan
Melambangkan penyimpanan
-    tumpukan bahan mentah di gudang
-    penyimpanan surat - surat
Sumber : Sutalaksana, 2006.

         Penyederhanaan ini memudahkan pembuatan peta kerja, disamping setiap notasi fleksibilitas yang tinggi karena setiap lambang mempunyai kandungan arti yang sangat luas.

2.3.   Macam – Macam Peta Kerja
         Pada dasarnya peta-peta kerja yang ada sekarang bisa dibagi dalam dua kelompok besar berdasarkan kegiatannya, yaitu : (Sutalaksana, 2006).
a.       Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan kerja keseluruhan.
b.      Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisa kegiatan kerja setempat.
Suatu kegiatan disebut kegiatan kerja keseluruhan apabila kegiatan tersebut melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan untuk membuat produk yang bersangkutan, sedangkan suatu kegiatan disebut kegiatan kerja setempat apabila kegiatan tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja yang biasanya hanya melibatkan orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas. Terlihat jelas perbedaan antara kedua definisi kerja secara keseluruhan dan secara setempat dilihat dari keterlibatan sistem dalam menyelesaikan suatu proses kerja. Secara garis besarnya, penggambaran kedua kegiatan tersebut dalam bentuk peta-peta kerja untuk memperbaiki kegiatan produksi, biasanya dimulai dengan membuat peta-peta kerja yang menggambarkan kegiatan secara keseluruhan berdasarkan apa yang telah ada atau cara sekarang. Keadaan sekarang inilah yang dipelajari untuk diusahakan perbaikan-perbaikannya. Hasil perbaikan dinyatakan dalam peta-peta kerja setempat yang menggambarkan “cara yang diusulkan”. Berdasarkan perbaikan dari setiap stasiun kerja inilah analisa keseluruhan dilakukan untuk dapat mengetahui kekurangan dari suatu sistem kerja. Hasil akhir dinyatakan dalam peta-peta keseluruhan untuk cara yang diusulkan (Sutalaksana, 2006).
Masing-masing peta kerja yang akan dibahas berikut ini semuanya termasuk dalam kedua kelompok diatas, antara lain : (Sutalaksana, 2006).
1. Yang termasuk kelompok peta kerja keseluruhan
a.  Peta proses operasi.
b. Peta aliran proses.
c.  Peta proses kelompok kerja.
d.   Diagram aliran.
2. Yang termasuk kelompok peta kegiatan kerja setempat
a. Peta pekerja dan mesin.
b. Peta tangan kiri dan tangan kanan.

2.3.1 Peta Proses Operasi
         Peta ini memberi informasi tentang proses apa yang dilaksanakan untuk komponen apa. (Nasrullah, 1996). Peta proses operasi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutan-urutan operasi dan pemeriksaan sejak awal hingga akhir.
Agar diperoleh gambar peta operasi yang baik, produk yang biasanya paling banyak memerlukan operasi, harus dipetakan terlebih dahulu, berarti dipetakan dengan garis vertikal disebelah kanan halaman kertas.
2.3.2    Peta Aliran Proses
            Peta ini menggambarkan segenap aktifitas yang terlibat didalam sebuah proses. (Nasrullah, 1996). Infomasi-informasi yang diperlukan untuk menganalisa setiap komponen yang terjadi pada setiap metoda kerja dapat kita peroleh melalui Peta Aliran Proses. Peta Aliran Proses adalah suatu diagram yang menunjukkan urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu dan penyimpanan yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung, serta memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk menganalisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak perpindahan (Sutalaksana, 2006).
Dari pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dua hal yang membedakan antara peta proses operasi dan peta aliran proses, yaitu :
a.       Peta Aliran Proses memperlihatkan semua aktifitas-aktifitas dasar, termasuk transportasi, menunggu dan penyimpanan. Sedangkan pada peta proses operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.
b.      Pada Aliran Proses menganalisa setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding peta proses operasi dan memungkinkan untuk digunakan disetiap proses atau prosedur, baik di pabrik maupun di kantor. Peta Aliran Proses tidak bisa digunakan untuk menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan dan biasanya hanya menggambarkan dan untuk menganalisa salah satu komponen dari sebuah produk yang dirakit (Sutalaksana, 2006).
Secara  terperinci dapat dikatakan bahwa peta aliran proses pada umumnya terbagi dalam dua tipe :
a.       Peta Aliran Proses tipe bahan
b.      Peta Aliran Proses tipe orang
Peta aliran proses tipe bahan, ialah suatu peta yang menggambarkan kejadian yang dialami bahan (bisa merupakan salah satu bagian produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi.
Peta aliran proses tipe orang pada dasarnya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
a.  Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja seorang operator.
b.  Peta aliran proses pekerja yang menggambarkan aliran kerja sekelompok   manusia,  sering disebut peta proses kelompok kerja yang akan diuraikan lebih lengkap dalam sub-bab berikutnya.
2.3.3    Diagram Aliran
   Diagram aliran merupakan suatu gambaran menurut skala dari susunan lantai dan gedung, yang menunjukan lokasi dari semua aktifitas yang terjadi dalam peta aliran proses. Aktifitas, yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu tempat ketempat berikutnya yang dinyatakan oleh garis dalam diagram tersebut (Sutalaksana, 2006).
Kegunaan diagram aliran dapat diuraikan sebagai berikut :
a.   Lebih memperjelas suatu peta proses aliran proses, apalagi jika arah aliran  merupakan faktor yang penting. Dengan adanya informasi tambahan mengenai arah aliran dari material orang selama aktifitasnya, maka kita akan mendapatkan informasi yang lengkap. Tambahan informasi ini bisa kita gunakan sebagai bahan analisa untuk bisa memperpendek jarak perpindahan.
b.   Menolong dalam perbaikan tata letak tempat kerja.
      Diagram aliran dapat menunjukkan dimana tempat-tempat penyimpanan, stasiun pemeriksaan dan tempat-tempat kerja dilaksanakan. Juga dapat menunjukkan bagaimana arah gerakan berangkat-kembalinya suatu material atau seorang pekerja. Dengan begitu berarti kita memiliki data yang cukup baik untuk mengatur aliran lalu lintas dalam ruangan tersebut sedemikian rupa sehingga tidak macet. Dengan kata lain kita memiliki bahan untuk dipertimbangkan dalam rangka penyusunan suatu letak tempat kerja yang baik. Tata letak baru dapat diperoleh dengan memindah-mindahkan titik tempat berlangsungnya operasi, pemeriksaan dan penyimpanan sedemikian rupa sehingga ditemukan susunan tata ruang yang paling ekonomis ditinjau dari segi jarak dan waktu.

2.3.4        Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan
Peta ini menggambarkan semua gerakan-gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan oleh tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan. Peta ini sangat praktis untuk memperbaiki suatu pekerjaan manual dimana tiap siklus dari pekerja terjadi dengan cepat dan terus berulang, sedangkan keadaan lain peta ini kurang praktis untuk dipakai sebagai alat penganalisa. Inilah sebabnya dengan menggunakan peta ini kita bisa melihat dengan jelas pola-pola gerakan yang tidak efisien, dan atau bisa melihat adanya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ekonomi gerakan yang terjadi pada saat pekerja manual tersebut berlangsung (Sutalaksana, 2006).

2.3.5        Peta Pekerja dan Mesin
   Dalam beberapa hal, hubungan antara operator dan mesin sering bekerja secara silih berganti yaitu sementara mesin menganggur, operator bekerja atau sebaliknya. Pada hakekatnya, waktu menganggur ini adalah sebuah kerugian. Maka dari itu, waktu menganggur ini harus dihilangkan atau setidaknya diminimumkan, baik waktu menganggur pekerja ataupun mesin, namun tentunya harus masih ada dalam batas-batas kehormatan, artinya harus memperhitungkan kemampuan manusia dan mesinnya.
  Peta pekerjaan dan mesin dapat dikatakan suatu grafik yang menggambarkan koordinasi antara waktu bekerja dan waktu menganggur dari kombinasi antara pekerja dan mesin. Dengan demikian peta ini merupakan alat yang baik digunakan untuk mengurangi waktu menganggur.
Informasi paling penting yang diperoleh oleh peta pekerja dan mesin ialah hubungan yang jelas antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yang ditanganinya. Dengan informasi ini, maka kita mempunyai data yang baik untuk melakukan penyelidikkan, penganalisaan, dan perbaikkan suatu pusat kerja, sedemikian rupa sehingga efektifitas penggunaan pekerja atau mesin bisa ditingkatkan, dan tentunya keseimbangan kerja antara pekerja dan mesin bisa lebih diperbaiki.
Peningkatan efektifitas penggunaan dan perbaikkan keseimbangan kerja tersebut dapat dilakukan, misalnya dengan cara : (Sutalaksana, 2006).
a.   Merubah tata letak tempat kerja
Tata letak tempat kerjamerupakan salah satu faktor yang menentukan lamanya waktu penyelesaian suatu pekerjaan.
b.   Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja
Pada dasarnya, gerakan-gerakan kerja juga merupakan faktor yang menentukan waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Sehingga penataan kembali garakan-gerakan yang dilakukan pekerja, akan sangat membantu meningkatkan efektifitas kerjanya, dan sekaigus mempengaruhi efisiensi penggunaan tenaga.
c.   Merancang kembali mesin dan peralatan
Keadaan mesin dan peralatan sering kali perlu dirancang kembali untuk meningkatkan efektivitas pekerja dan mesin.
Misalnya untuk mengurangi waktu mengangkut dan sekaligus menghemat tenaga pekerja, maka pekerjaan memindahkan barang terutama barang berat, yang tadinya menggunakan gerobak dorong, sekarang perlu dipikirkan untuk menggunakan keretan.
d. Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya, menambah mesin bagi  seorang pekerja.

            Lambang-lambang yang dipergunakan dalam Peta Pekerja dan Mesin adalah: (Sutalaksana, 2006).

         Menunjukkan waktu menganggur.
Digunakan untuk menyatakan pekerja atau mesin yang sedang menganggur atau salah satu sedang menunggu yang lain.Misalnya dalam suatu rangkaian kerja, si operator sedang melakukan pemeriksaan terhadap mesin, untuk mencegah kerusakan. Maka dalam hal ini si operator sedang melakukan kerja tak bergantungan, dan mesin sedang menganggur atau menunggu.

               Menunjukkan kerja tak bergantungan (independent).
Jika ditinjau dari pekerja, maka keadaan ini menunjukan seorang pekerja yang sedang bekerja dan independent dengan mesin dan pekerja lainnya. Misalnya seorang pekerja yang sedang mengambil dan mempersiapkan bahan atau ia sedang melakukan pemeriksaan terhadap produk akhir tanpa alat. jika ditinjau dari pihak mesin, maka berarti mesin tersebut sedang bekerja tanpa memerlukan pelayanan dari operator (mesin otomatis).

Menunjukkan kerja kombinasi.
Jika ditinjau dari pihak pekerja, maka lambang ini digunakan apabila diantara operator dan mesin, atau dengan operator lainnya yang sedang bekerja secara bersama-sama. Jika ditinjau dari pihak mesin, maka berarti selama bekerjanya, mesin tersebut memerlukan beberapa pelayanan dari operator (mesin manual).
Langkah terakhir setelah semua aktifitas digambarkan, dibuat kesimpulan dalam bentuk ringkasan yang memuat waktu menganggur, waktu kerja dan akhirnya kita bisa mengetahui waktu penggunaan dari pekerja atau mesin tersebut. Satuan waktu yang biasanya digunakan dalam detik, walaupun ini tidak mengikat.

Tidak ada komentar:

kaRya moTor oKe 2

oke bogel bngt

oke gtuh loh

belajarlah yang baik